Kembali ke blog

Solvion Blog

Berapa Kerugian Bisnis Jika Chat Malam Dibalas Esok Hari?

Chat malam yang baru dibalas esok hari berisiko membuat bisnis kehilangan calon pembeli. Kenali kerugiannya dan cara mencegahnya sejak dini.

28 Juli 20267 min
kerugian bisnis chat malam dibalas esok hari

Seorang calon pembeli mengirim pesan pukul sembilan malam menanyakan stok produk. Tokonya sudah tutup, adminnya sudah istirahat, dan pesan itu baru terbaca keesokan hari setelah operasional dibuka kembali.

Riset InsideSales.com dalam laman Response Time Matters menemukan bahwa 57,1 persen percobaan kontak pertama terhadap prospek baru dilakukan setelah lebih dari seminggu berlalu. Riset yang sama juga mencatat bahwa peluang konversi turun hingga 8 kali lipat begitu lima menit pertama terlewati tanpa respons.

Situasi inilah yang membuat berapa kerugian bisnis jika chat malam dibalas esok hari jadi pertanyaan yang layak dihitung serius, bukan sekadar dianggap hal biasa. Kerugiannya jarang terlihat langsung, tapi dampaknya nyata bagi keberlangsungan penjualan.

Kenapa Chat Malam Sering Baru Dibalas Esok Hari?

Ada tiga alasan utama yang membuat pesan malam hari cenderung terlambat direspons, dan ketiganya berkaitan erat dengan cara bisnis kecil mengatur operasionalnya. Riset Harvard Business Review dalam artikel The Short Life of Online Sales Leads turut menegaskan bahwa sebagian besar perusahaan belum merespons pertanyaan online pelanggan secepat yang sebenarnya dibutuhkan.

1) Jam Operasional yang Terbatas

Sebagian besar bisnis kecil hanya siap melayani chat pada jam kerja tertentu, biasanya pagi hingga sore hari. Pesan yang masuk di luar jam tersebut otomatis menunggu sampai admin kembali bertugas keesokan harinya.

2) Admin Merangkap Banyak Tugas Sekaligus

Satu orang admin sering menangani chat, mengemas pesanan, dan mengurus pembayaran dalam waktu yang sama. Begitu jam kerja usai, energi untuk membalas chat tambahan biasanya sudah habis.

3) Volume Chat Menumpuk di Luar Jam Kerja

Malam hari justru menjadi waktu banyak orang berselancar dan berbelanja online setelah aktivitas harian selesai. Chat yang masuk pada jam ini menumpuk tanpa ada yang menanganinya sampai pagi tiba.

Berapa Besar Kerugian yang Ditimbulkan?

Data riset yang sama menunjukkan bahwa jeda waktu bahkan sekecil lima menit saja sudah berpengaruh besar terhadap peluang closing, apalagi jeda semalam penuh. Empat dampak berikut biasanya muncul ketika chat malam dibiarkan menunggu sampai esok hari.

  • Peluang konversi anjlok drastis: Peluang konversi turun hingga 8 kali lipat begitu lima menit pertama terlewati tanpa respons, menurut riset InsideSales.com di atas.
  • Sebagian besar bisnis sebenarnya kalah cepat: Riset yang sama mencatat hanya 0,1 persen prospek yang benar-benar direspons dalam waktu kurang dari 5 menit, jauh dari ideal yang dibutuhkan pelanggan masa kini.
  • Reputasi bisnis ikut terpengaruh: Calon pembeli yang kecewa cenderung membagikan pengalaman buruknya kepada orang lain, baik lewat ulasan maupun percakapan biasa.
  • Kompetitor mengambil alih peluang: Selama chat masih menunggu balasan, calon pembeli punya cukup waktu untuk menemukan penjual lain yang responsnya lebih cepat.

Empat dampak ini saling berkaitan dan bisa terjadi berulang setiap malam jika tidak ada perubahan pada cara bisnis menangani chat. Semakin sering terjadi, semakin besar pula jumlah calon pembeli yang beralih ke kompetitor yang responsnya lebih cepat.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Chat Malam Terlewat?

Sebelum mempertimbangkan bantuan teknologi, ada tiga langkah dasar yang bisa mulai diterapkan untuk merapikan penanganan chat di luar jam kerja.

1) Tetapkan Pesan Penanda Jam Operasional

Sampaikan dengan jelas kapan chat akan dibalas, misalnya lewat pesan otomatis singkat yang menyebutkan jam operasional. Cara ini setidaknya membuat calon pembeli tahu kapan harus menunggu, bukan menunggu tanpa kepastian.

2) Prioritaskan Chat Berdasarkan Urgensi

Saat admin kembali bertugas di pagi hari, dahulukan chat yang menunjukkan minat beli jelas dibanding pertanyaan umum. Cara ini membantu menyelamatkan prospek yang paling berpotensi closing lebih dulu.

3) Manfaatkan Bantuan AI untuk Menjaga Responsivitas di Luar Jam Kerja

Selain mengatur ulang SOP internal, bisnis juga bisa memanfaatkan bantuan seperti Sari.AI dari Solvion untuk tetap merespons pelanggan meski di luar jam operasional. Cara ini membantu menjaga kesan responsif tanpa mengharuskan admin bekerja sepanjang malam.

Ketiga langkah ini bisa mulai diterapkan tanpa mengubah seluruh sistem kerja sekaligus. Namun begitu volume chat malam terus bertambah, cara manual saja biasanya kembali kewalahan mengikuti kecepatan yang dibutuhkan pelanggan.

Kesimpulan

Berapa kerugian bisnis jika chat malam dibalas esok hari sebenarnya bisa dihitung dari seberapa banyak calon pembeli yang hilang minat sebelum sempat direspons. Angka ini terus bertambah setiap malam selama pola penanganan chat belum berubah.

Menetapkan jam operasional yang jelas dan memprioritaskan chat sesuai urgensi adalah langkah awal yang realistis untuk mulai diterapkan. Namun begitu bisnis terus berkembang, banyak pemilik usaha akhirnya menyadari bahwa cara manual saja tidak lagi cukup untuk menjaga responsivitas sepanjang waktu.

Bantuan seperti Sari.AI dari Solvion bisa dipertimbangkan untuk mengisi celah ini. Sari.AI dirancang membantu bisnis tetap responsif terhadap chat pelanggan meski di luar jam kerja tanpa menghilangkan sentuhan personal dalam percakapan.

Jika Anda ingin melihat bagaimana Sari.AI bisa disesuaikan dengan kebutuhan layanan pelanggan bisnis Anda, silakan Hubungi Kami untuk konsultasi lebih lanjut.